judul tulisan ini merupakan sepotong bait dalam lirik lagu yang dibawakan oleh band cokelat yang berjudul bendera.

setiap mendengarkan lagu ini,saya selalu saja teringat pada saat SMA dulu.

saat saya bersama teman satu band kelas saya berusaha untuk memainkan lagu ini untuk lomba band sekolah.

latihan yang hanya kurang lebih dua hari (sekitar 4 jam latihan dalam studio),membuat kami agak gak PD saat audisi untuk menentukan band mana yang akan lolos ke babak final. maklum, saat itu saya baru pindah ke SMA 1 bekasi, blom terlalu kenal dengan teman-teman satu kelas,juga personil lainnya juga jarang-jarang denger lagu bendera.

total 4 jam latihan di studio,ditambah dengan sedikit H2C (harap-harap cemas), kami bermain di babak penyisihan dan..lolos ke final!

huhuy!

latihan polpolan,berusaha maksimal saat tampil,dan pasrah+doa,ternyata Allah menghadiahkan kelengkapan kami dalam bertawakal itu dengan lolos ke babak final.

dan di babak final itu,akhirnya kami bisa menang juara 3 ūüėÄ alhamdulillah…karena kami pun gak pernah ngira kalo kami bisa loos ke babak final. jadi ya..kami juga maennya lepas aja pas di babak final itu. nothing to loose lah.hehe

itu kejadian ketika saya kelas 2 sma, dan itu berarti sekitar 7 tahun yang lalu.

dan sekarang,10 november 2009,bertepatan dengan hari pahlawan,saya kembali mendengarkan lagu bendera,beserta vidio klipnya yang versi pasukan TNI yang ikut misi perdamaian bersama PBB.

uh,terasa sekali suasana heroiknya.

biar saja ku tak seharum bunga mawar
tapi selalu ku coba tuk mengharumkanmu
biar saja ku tak seelok langit sore
tapi selalu ku coba tuk mengindahkanmu

para pasukan tni yang mencoba untuk mengharumkan nama indonesia di dunia

mengindahkan warna merah dan putih dengan memberi makna merah untuk berani memberikan kedamaian di daerah konflik dan putih yang suci untuk memberikan tawa bagi anak-anak korban perang.

.

pahlawan…

mungkin masih banyak yang beranggapan bahwa pahlawan hanyalah orang-orang yang dulu berperang untuk merebut kemerdekaan dari belanda ataupun jepan.

yang mati-matian berjuang dengan bambu runcing atau bedil rampasan,

berdarah-darah hingga akhirnya menyerah pada malaikat pencabut nyawa.

.

dan kini,saat kemerdekaan kita sudah diakui oleh dunia,pahlawan memiliki bentuk lain.

tidak lagi harus berdarah-darah, atau berjuang menggunakan bambu runcing.

menjadi berguna untuk orang lain yang berada di sekitar kita, membuat mereka tertawa bahagia dengan hadir kita,dan bisa memberikan manfaat sekecil apapun bagi keluarga,saudara,teman,dan negara,itu lah pahlawan.

bukan lagi dengan bambu runcing,tapi dengan banyak cara. otak,pikiran,tulisan,kata yang bermakna,fisik,dan segala hal yang bisa membuat kita memberikan kontribusi kepada negara ini. tak perlu langsung berupa kontribusi besar yang akan langsung membuat anda langsung mendapat tanda kehormatan dari presiden,tapi cukup yang kecil namun dilakukan dengan konstan dan bermanfaat bagi paling tidak orang yang sedang berada di sebelah anda sekarang. anda sudah menjadi seorang pahlawan.

.

merah putih teruslah kau berkibar
di ujung tiang tertinggi di indonesiaku ini
merah putih teruslah kau berkibar
di ujung tiang tertinggi di indonesiaku ini
merah putih teruslah kau berkibar
ku akan selalu menjagamu

aku,dengan caraku sendiri,melalui tulisan atau segala bentuk kerja nyata lainnya,akan menjagamu,benderaku,untuk bukan hanya berkibar di ujung tiang,tapi juga berkibar tak henti ditiup angin semangat dalam diri,juga dalam sebanyakbanyak jiwa rakyat indonesia lainnya.

.

selamat hari pahlawan!

let’s be a hero!

share and enjoy.
Get Adobe Flash player