uhibbuka/ uhibbuki/ uhibbukum fillah?

tulisan lama yang ada di FB saya jaman baheula..mungkin ada yang ingat? 🙂 seberapa dalam kita menghayati kata2 yang saya jadikan judul notes ini? saya mencoba untuk mendeskripsikannya bedasarkan pemahaman saya. saya mencintaimu/menyayangimu karena Allah (untuk yang beragama selain Islam,silahkan menyesuaikan nam Allah dengan nama tuhan yang anda percaya.). satu kata kerja (mencintaimu/menyayangimu), tiga kata benda/Zat (saya, kamu, Allah). “saya mencintaimu” merupakan sebuah pernyataan. subjek yang melakukan pekerjaann pada objek. dan dalam kasus ini, subjeknya adalah saya, pekerjaannya adalah mencintaimu, dan objeknya adalah kamu. dalam tiga kata ini, pekerjaan yang dilakukan melibatkan dua manusia. manussia ciptaan Allah, manusia yang memiliki banyak kekurangan dan kelebihan, dan manusia yang juga salah satu tugasnya adalah untuk beribadah kepada Allah dengan cara apapun selama dia hidup di dunia ini. itu berarti, kata kerja ‘mencintaimu’ pada pernyataan ini, merupakan kata kerja yang berarti dua, dan saling tergabung. pertama mencintai objek (atau ‘kamu’ disini), dan beribadah (karena manusia adalah mahllluk ciptaan Allah). dapat disimpulkan, ‘mencintaimu’ dalam pernyataan ini adalah sebuah kata kerja keduniaan dan keakhiratan. ‘saya mencintaimu karena Allah’ penambahan kata ‘karena Allah’ pada pernyataan diatas, menimbulkan artiyang luar biasa. kalimat kerja ‘saya mencintaimu’ ditambaah dengan sebuah alasan ‘karena Alah’. penegasan. melakukan suatu pekerjanan, yang kemudian ditambahkan alasan mengapa subjek ‘saya’ melakukan pekerjaan ‘mencintaimu’, dan alasan itu adalah karena Allah. ketika sebuah subjek manusia, dalam konteksnya sebagai abdi Allah di muka bumi ini, akan melakukan sebuah pekerjaan, maka seharusnya semua dilakukan dalam rangka beribadah. beribadah,bukan karena untuk pamer, bukan karena ingin dikenal oleh banyak orang, bukan karena dia disuruh oleh orang lain, dan bukan karena segala macam alasan keduniaan (anggap saja semua hal yang keduniawian bersifat sebagai bonus), melainkan beribadah hanya kepada Allah.. logika yang paling mudah kita terima dan lakukan dalam “kalimat saya mencintaimu karena Allah” adalah kita melakukan pekerjaan dalam konteks beribadah kepada Allah, dan memang hanya karena Allah (ini kesimpulan pertama saya yang sudah saya bahas diatas). namun terkadangbanyak manusia (ya,termasuk saya) yang kurang meresapi logika yang kedua, yaitu tentang mencintai manusia. kenapa kurang meresapi? kaarenaapekerjaan mencintai disini juga harus digabungkan dengan pekerjaan yang lain, yaitu beribadah kepada Allah dan hanya karena Allah. mencintai karena Allah, bukan karena tampangnya, bukan karena dia sangat baiak, bukan karena sangat galak,, bukan karena dia sudah bekerja atau belum, bukan karena kepribadiannya (mobil pribadi,rumah pribadi, perusahaan ppribadi, dan segala bentuk ‘kepribadian’ lainnya), bukan karena dia adalah artis terkenal, dan bukan karena segala hal yang bersifat keduniawian lainnya. terus, kalo gak diliat hal-hal keduniawiannya, spy qt bisa mencintai,gmn dong?? okay,iini yang saya pahami lagi. ketika kita mencintai/menyayangi seseorang, maka itu berarti kita sudah yakin dan sangat sadar bahwa kita memilih untuk mencintai/menyayangi orang itu. bagaimana kita bisa yakin kalau kita tidak melihat sisi keduniawiannya? pertama, jika anda sudah kenal dengan orang tersebut, makasuatu saat hati anda akan berkata ‘okay,i choose him/her to be my partner for my whole life’. apa itu sudah yakin? belum. itu hanya sebagai suatu tanda dari Allah. mencintai/menyayangi juga bisa jadi suatu cobaan/ujian dari Allah,kan? karena itu, untuk lebih meyakinkan diri, kita dikasih satu alat lagi oleh Allah, yaitu shalat atau berdoa, atau yang lebih khususnya lagi, shalat istikharah. *tentang istikharah,bakalan dilanjut lagi nanti kedua, kalo anda belum kenal orang itu, atau dalam artian anda ‘ditawari’ oleh seseorang (err..ini dalam konteks pernikahan sih), maka mekanisnmenya hampir sama.yang perlu anda lakukan ya tentus saja berkenalan dulu dengan orang tersebut. bisa liat CVnya, bisa ktmu lgsg orangnya, dll dsb. pada akhirnya, hati anda yang akan mengamibl keputusan pertama tentang iya atau tidak. apapun kata hati anda, konsultasikan dulu kepada Allah yang telah ‘mengirimkan’ beliau kepada anda. sekali lagi, caranya bisa curhat online via doa, via doa dalam sujud shalat lima waktu anda, atau email lgsg melalui shalat istikharah. (inget loh, saya mencintai/menyayangi kamu karena Allah berarti dua, mencintai dan juga beribadah. jadi solusinya y g jauh2 dari Pencipta kita) okay,shalat istikharah. kalo yang saya pelajarin dari mata pelajaran agama ketika jaman sekolah dulu, jawaban dari pertanyaan kita ketika istikharah akan dikirim langsung menuju inbox kita via mimpi. itu teorinya. kenyataannya gak selalu. jawaban dari Allah gak selamnyadateng via mimpi. bisa berupa keyakinan hati untuk terus melanjutkan proses, bisa berupa tanda (misal tiba2 ada lampu di depan rumah kita yang membentuk huruf “IYA”), atau, karena saking g ada tanda apa-apanya, kita hanya bisa melanjutkan hidup saja dan melihat perkembangan apa yang akan terjadi selanjutnya. let it flow kl kata orang-orang sunda mah (ini nih yg butuh kesabaran ekstra). nah, apapun jawaban yg qt tangkap dari hasil istikharah tadi,y qt harus ikhlas menerimanya, sama seperti kita melakukan ibadah yang lain.siap untuk kehilangan, juga siap untuk menerima. hmm… menjadi sangat menarik ternyata… saya membayangkan,ketika seorang suami/istri mengucapkan “saaya mencintai/menyayangimu karena Allah”, makaitu berarti mereka sudah amat sepakat untuk menjalani rumah tangga mereka dalam rangka beribadah kepada Allah,apapun yang mereka lakukan dan mereka alami. suami kerja dalam rangka beribadah, istri masak kerena ingin beribadah, membesarkan dan mendidik anak karena ibadah, bangun tengah malam karena anak nangis juga untuk beribadah, benerin genteng,nyuci,ngepel,masak,jalan-jalan,dll dsb,smua karena ingin beribadah kpd Allah dan mengharapkan ridhaNya. yang lebih menyenangkan lagi,smw ibadah itu dilakukan berdua sama istri/suami loh!hwa…senangnya… tapi, itu smw yg ideal lho….qt bisa qo seideal itu.tapi yang namanya manusia,pasti banyak kurangnya juga. bakalan sering beda pendapat,bakalan ada berantem-berantemannya,,bakalan ada diem2annya,bakalan banyak jg deh yg g enaknya! nah,kl udah gitu,kudu balik ke ‘baseline’ deh,yaitu kata-kata ‘saya mencintai/menyayangimu karena Allah’.kl udah balik ke baseline itu, insya4WI deh,beberanteman g akan berefek panjang dan destruktif,tapi sebaliknya, akan konstruktif dan (relatif) sebentar. jadi,kl bwt saya, kesamaan visi untuk menjalankan setiap aspek kehidupan berumah tangga sebagai ibadah sebelumm enikah, sangat penting. agar ketika mengucapkan uhbibbuki/uhibbuka fillah, bukan hanya sekedar pengganti dari kata-kata i love you saja, dan ketika sudah menikah pun, kesamaan visi itu sudah menjadi modal yang amat kuat. the more i love Allah,the more i love my husband/wife/friends/peoples. i’m trying to be so. *bisa juga diterapkan dalam hubungan persahabatan atau persaudaraan sebenernya. karena “uhbibbuki/uhibbuka fillah” menjadi sebuah energi positif bagi diri kita, dan akan tertular ketika kita mengucapkannya kepada orang lain. p.s. : bwt anda yang membaca note ini dan sudah mendapatkan mteri tentang cinta atau pernikahan di liqo-an anda, please correct me if i’m wrong. da saya mah blom pernah dapet sih.hehe…only writing based on my experience+books that i’ve read. p.p.s. : ini bukan tulisan ilmiah. karena saya gak ngambil teori dari mana2. sekali lagi, hanya beerdasarkan pengalaman dan apa yang saya pahami. jadi sebaiknya notes ini jangan dijadikan rujukan untuk tulisan ilmiah anda. (sapa jg yg mo jadiin ni notes sbg rujukan??PD deh lu!)
share and enjoy.

Comments

Alhamdulillah, dulu pernah ada yang saling berkata ‘uhhibukki/ka fillah..’ setelah yang satu beristikharah dan yang satu lagi berdo’a. semoga seperti makna diatas. Atas kesamaan visi dan misi hidup termasuk pernikahan didalamnya, semoga Allah menghimpun dan mempertemukan keduanya dalam mitsaqan ghalizan.

posted by Ismi... / 08.25.11 - 3:54 pm

@Ismi…
aamiin 🙂

posted by uga / 08.25.11 - 4:06 pm

hee percaya dan yakin ketika menjalani lebih baik daripada mempercayai bunga tidur. karena bisa saja bunga tidur adalah mimpi yg dimasuki syaitan. walaupun ada benarnya, karena ada hadis dari riwayatnya *saya lupa* bahwa mimpi yang benar adalah salah satu tanda mendekati mukjizat kenabian. yaitu ketika nabi Muhammad SAW memimpikan aisyah RA sebagai istrinya, ketika nabi Muhammad SAW bermimpi hasil perang *lupa perang apa*, dan kegika Khadijah bermimpi ttg matahari jatuh di atas rumahnya menerangi seluruh dalam isi rumahnya. ada lagi mimpi yang memang diberikan Allah SWT u/ menandakan sesuatu yg akan terjadi kpd tiap diri. misal raja namrud (*kalo ga salah) yg bermimpi ttg musim kemarau panjang yang mimpinya itu dijabarkan oleh Nabi Musa AS. mimpi yang diberikan merupakan kode,icon,dsb. jadi terkadang orang yang tidak dikaruniai oleh Allah SWT kemampuan mengartikan mimpi, akan lebih baik meyakini saja apa yang dijalaninya setelah ikhtiar yg dilakukan alias tawakal.

posted by indah larisa sari / 10.30.11 - 5:11 pm

Leave a comment


Subscribe Scroll to Top
Get Adobe Flash player