rss search

next page next page close

Allah terus?

Banyak dari kita yg pernah mendengar ‘slogan’ yg kira-kira bunyinya kayak gini:

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus

Bwt saya, aplikasi dari slogan ini g gampang..

Sebagai contoh, saat saya punya masalah, maka tak jarang saya ingin utk mengambil hp dan berkeluh kesah di media sosial. Setelah itu, atau bahkan g jarang lama setelahnya, Inget Allah dan berdoa banyak-banyak. Kalo inget Allah sih masih bagus. Parahnya kadang g inget n malah jadi sumpah serapah dan meminta belas kasihan yang keluar.

Yuk, dicoba mulai dari sekarang, dari hal terkecil, dan dari diri sendiri, kita banyak-banyak inget dan melibatkan Allah, supaya apa yg kita lakukan bisa berkah n Allah ridha.

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus.

Posted from WordPress for Android


next page next page close

kamu, manusia

hey, kamu manusia..
kamu merasa hebat dan bisa melakukan semuanya sendiri?
kamu merasa telah berbuat banyak sehingga menginginkan banyak balasan dari manusia lain?
kamu merasa telah mengetahui segalanya, sehingga menganggap remeh orang lain?

ingatkah kau siapa yang membuat kamu seperti sekarang ini?
orang-orang di sekitarmu yang banyak berperan
temanmu yang menemanimu ketika kau sedang banyak belajar
rekanmu yang selalu menemanimu kemana-mana
saudaramu yang membantumu dengan cara memberimu kepercayaan

sadarkah kamu, siapa kamu ketika kamu sendiri?
siapakah kamu, ketika tidak ada lagi orang-orang disekitarmu?
seberapa kuat kamu bertahan ketika kamu benar-benar sendiri?
bisa apa kamu ketika tidak ada lagi saudara-saudaramu disekitarmu?

bukan manusia ketika kau merasa bisa melakukan semuanya sendiri
bahkan penjahat pun butuh teman dan rekan untuk melakukan perbuatan dosa
lalu apa kamu ketika kau merasa bisa melakukan semuanya sendiri?


next page next page close

sedekah #LifeAsIKnow

Bismillah…

mencoba untuk berbagi tentang topik sedekah..
mungkin saya tak pantas untuk membeicarakan tentang sedekah dari sisi ilmu agama. Ilmu saya belum cukup banyak. Jadi izinkan saya untuk berbagi tentang sedekah dari sisi pengalaman pribadi saya :)

Sedikit yang saya tau tentang sedekah dari sisi agama Islam. Saya hanya tau bahwa Allah akan membalas setiap sedekah yang kita keluarkan. Harta yang kita sedekahkan tidak akan habis, justru akan bertambah. Sedekah adalah salah satu ‘transaksi jual beli’ dengan Allah yang pasti akan menguntungkan kita. Sedekah juga bisa menghambat bencana. Sedekah justru akan bisa membuka pintu rizki kita. Satu lagi, selalu terdapat hak bagi orang lain dari setiap harta yang dititipkan kepada kita. Itu yang saya tau dan saya yakini.

Iman berarti meyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan, dilakukan dengan perbuatan. Saya beragama Islam. Tentu saya mengimani semua yang Allah ucapkan dalam Al Qur’an dan semua hadits Rasul SAW. Keimanan ini ada tingkatan-tingkatannya setau saya. Kita juga tidak dipaksakan untuk beribadah ‘seintens’ Rasul SAW. Beribadahlah semampu kita. Termasuk mengenai sedekah.

Saya kerja belum sampai satu tahun. Masuk Februari 2012 lalu. Dengan pemasukan yang sudah diperkirakan berapa setiap bulannya, saya mempunyai cita-cita dari sejak sebelum lulus kuliah: Rutinkan sedekah, berapapun penghasilan yang diterima, dan itu besarnya adalah minimal 20% dari pemasukan yang saya terima. Maka dari sejak gaji pertama yang saya terima, eh, gaji kedua sih (Karena gaji pertama masih setengah :D ), saya mulai merutinkan untuk bersedekah. Alhamdulillah sampai sekarang masih terlaksana.

Implikasinya?
Saya yakin Allah pasti akan membalas berupa apapun bentuknya. Salah satu yang amat saya rasakan adalah ketenangan hati. Lowong aja rasanya hati ini. Serasa gak ada beban kalo-kalo harta yang saya konsumsi adalah hak orang lain. Balasan lainnya adalah, dan saya baru menyadarinya beberapa bulan yg lalu, alhamdulillah saya tidak diterima bekerja di FFI. Loh? kenapa gak diterima kerja di FFI malah alhamdulillah dan merasa itu adalah ‘balasan’ dari sedekah? Iya, saya harus mensyukurinya dan meyakini bahwa dengan gak diterimanya saya di FFI merupakan ‘balasan’ dari Allah atas sedekah saya. FFI itu lokasi pabriknya di Pasar Rebo. Jauh deh dari bekasi. Saya sudah membayangkan kalo bekerja disana, saya harus bolak-balik naik bis atau motor. Bis itu berarti macet dan ngongkos. Motor itu berarti ngeluarin bensin yang gak sedikit dan macet. Atau kalo gak bolak-balik, saya harus ngekos di daerah sekitar itu. bisa-bisa 300-400ribu sebulan. Belom termasuk uang makan. Waktu itu gaji awalnya adalah 2,7 jutaan. Kalo diitung-itung, setelah dikurangin uang ongkos dan atau biaya hidup kalo ngekos, pendapatan bersih saya mungkin sekitar 1 jutaan. Well, itu sebenernya cukup. But you know what? Di tempat kerja yang sekarang justru saya bisa dapet lebih dari itu. Lokasi kerja yang cuma berjarak 15 menit dari rumah pake motor. Ongkos cuma uang pertamax 20ribu untuk seminggu. Tempat tinggal di rumah sendiri. Gaji? Alham dulillah lebih besar dari pada yang di FFI. Bisa nabung lebih banyak. Bisa sedekah lebih banyak juga. Alhamdulillah….

Kemudian yang lebih menarik lagi yang berhubungan dengan sedekah, selain balasan yang tidak disadari seperti yang saya sebutkan di atas, juga ada balasan ‘tunai’nya. Di surat Al Baqarah ayat 261 Allah berfirman:

2:261

yang artinya:


Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Yup, orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, insyaAllah pasti akan dibalas dengan berlipat ganda bagi siapa yang dikehendaki Allah. Besarnya berapa, itu rahasia Allah. Mungkin di dunia qt misalnya dibalas dengan 2x dari jumlah harta yang kita sedekahkan. Tapi di akhirat, siapa yang tau kan Allah membalasnya berapa kali? InsyaAllah bisa sampe 700 kali lipat sesuai dengan ayat di atas.

Balik lagi ke balasan ‘tunai’, saya sendiri alhamdulillah pernah mengalaminya sendiri. Ada suatu hajat yang ingin saya lakukan dan itu butuh dana yang tidak sedikit. Saya sudah menabung, dan saya sudah bekerja untuk menjemput rizki Allah. Setelah dihitung-hitung, jumlah uang yang saya hitung masih kurang untuk melakukan hajat yang saya rencanakan. Kemudia saya yakin akan ayat Allah yang sudah saya sebutkan, bahwa harta yang dinafkahkan di jalan Allah akan dibalas berlipat. Saya yakini dalam hati ayat itu dalam-dalam. Saya yakin sedekah saya akan dibalas berlipat oleh Allah. InsyaAllah sedekah saya akan membukakan pintu rizki saya yang lain, agar saya dapat memenuhi kebutuhan dana untuk hajat dan niat baik saya. Bersedekah lebih lah saya. Di sore hari saya menyedekahkan sejumlah uang ke beberapa lembaga sambil meyakini akan dibalas oleh Allah. Sedikit terlintas keraguan dalam pikiran saya: “Mau dapet uang dari mana lagi ya? Kan gaji segitu-segitu aja..” Tapi saya singkirkan keraguan itu. Terlebih saat itu adalah bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Dengan basmalah sambil memantapkan hati, saya langsung sedekahkan sejumlah uang yang saya punya.

Segala puji hanya milik Allah. Beberapa hari kemudian rizki yang tak terduga datang. Gak tanggung-tanggung, Allah membalas kurang lebih 10x dari jumlah uang yang saya sedekahkan beberapa hari sebelumnya. Maha Kaya Allah… Allah benar-benar akan memberi rizkinya dari arah yang gak akan kita duga sebelumnya. Allah akan menepati janji-Nya, dalam hal ini untuk membalas harta hamba-Nya yang dinafkahkan di jalan-Nya. Bahkan bukan hanya sekali itu saja. Masih dengan niat untuk memenuhi hajat dan niat baik saya, saya terus menyedekahkan uang yang saya miliki. Kali ini udah gak pake aturan 20% lagi. Saya sedekahkan uang yang saya punya sebanyak yang saya bisa, setelah dikurangi biaya saya + orang tua untuk hidup. THR? Semua saya sedekahkan. Karena saya anggap itu adalah rizki yang berlebih, dan tanpa itu saya dan orang tua saya masih bisa hidup. Alhamdulillah, rizki dan kemudahan Allah berikan secara bertubi-tubi dari arah dan cara yang sama sekali tidak saya duga-duga.

Allah menyuruh kita untuk beribadah dengan berbagai cara. Dengan harta kitapun kita bisa beribadah. Saya, selain beribadah wajib sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah, saya berniat untuk meningkatkan kualitas diri dengan menambah cara beribadah lagi, yaitu dengan harta yang dititipkan kepada saya. Meski masih seadanya, insyaAllah akan bermanfaat bagi saya sendiri, bagi orang lain, dan akan tetap bernilai ibadah. Dan yang namanya ibadah pasti akan ada cobaannya. Keengganan untuk mengeluarkan harta untuk disedekahkan, niat yang salah, atau menyedekahkan ke orang yang salah. Oleh karena itu, sedekahpun butuh ilmu dan persiapan. Eh, tapi ilmu saya tentang sedekah jg gak banyak sih. hehe. ‘Modal’ ilmu saya cuma: Allah akan membalas sedekah saya dan terdapat hak orang lain dalam harta yang dititipkan ke saya.

Selain itu, supaya efek sedekah bisa maksimal, tentu sebaiknya ditambah dengan ibadah lainnya. Shalat dhuha yang rutin, shalawat yang rutin, dan berdzikir yang rutin juga, itu yang saya lakukan supaya sedekah saya bisa maksimal. Sedekah saya pun saya lakukan ke lembaga-lembaga yang memang sudah dipercaya untuk mengelola sedekah. Seperti misalnya PPPA milik Yusuf Mansyur atau Rumah Yatim juga yayasan Sabilul Huda supaya bisa lebih tepat sasaran. Ketimbang ke pengemis di lampu merah atau pinggir jalan, saya rasa lebih baik sedekah kita disalurkan ke lembaga-lembaga seperti ini. Ya meskipun gak salah juga sih kalo mau ngasih ke pengemis. InsyaAllah pahalanya akan tetep ada. Tapi sebaiknya kita liat lagi kebermanfaatan sedekah yang kita berikan itu. Kalo sedekah ke lembaga, kita bisa liat perkembangannya dan ada laporan keuangannya. Tapi kalo sedekah ke pengemis, gak jarang kita liat pengemis yang sama di satu tempat, padahal dia sudah mengemis berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, tapi kondisi si pengemis sama aja, gitu-gitu aja. Membuat kita bertanya-tanya dong, kemana uang yang mereka terima itu?

Kesimpulannya, janji Allah itu benar, sedekah itu mengayakan, dan jangan khawatir uang yang disedekahkan akan habis. Ditambah segudang manfaat lain dari sedekah, mari kita sedekah!


next page next page close

sumber rizki

sekarang banyak yang ngompor2in untuk menjadi seorang wirausahawan. banyak training untuk menjadi seorang wirausahawan. banyak acara yang membahas tentang wirausaha. banyak akun twitter yang memotivasi seseorang untuk menjadi seorang wirausahawan.

well, emang, dari berdagang, 9 dari 10 pintu rizki akan terbuka. lebih besar kemungkinannya untuk bisa bersilaturahim dengan lebih banyak orang. lebih gampang untuk mengatur waktu kerja untuk diri sendiri. tapi bukan berarti menjadi wirausahawan itu semuanya mudah, indah, dan menyenangkan lho ya. pasti akan ada susahnya. pasti akan ada saat-saat sulit yang harus dihadapi oleh seorang wirausahawan.

ada yang bilang menjadi wirausahawan itu enak, karena bisa mengatur waktu kerja kita sendiri. emang. tapi gak semudah yang terdengar. menjadi seorang wirausahawan justru waktu kerjanya bisa jadi ekstra. bisa sampe malem, bahkan begadang. gak ada uang lembur. gak ada yang bayar lebih. gw udah ngalamin sendiri hal itu saat buka warnet. ada saatnya gw harus begadang sampe beberapa hari buat bangun/benerin network. ada saatnya harus melakukan maintenance komputer, dan sebagainya. emang, waktu libur jadi lebih fleksibel sesuai dengan yang kita mau. tapi itu juga berarti bisa jadi kita jadi gak liburan sama sekali, demi untuk menjaga supaya usaha kita tetap berjalan.

bedanya sama karyawan? gak jauh beda qok. bedanya adalah karyawan kerja dengan jadwal yang teratur. kerja dari senin sampe jumat, dengan jam kerja yang tetap juga, misal dari jam 8 pagi sampe jam 5 sore. lebih dari itu? dikasih uang lembur. waktu libur juga pasti ada. sabtu dan minggu plus cuti sebagai tambahan. gak jauh beda, kan?

terus ada yang bilang juga, jadi wirausahawan itu gak perlu kena macet. karena kerja di rumah, atau konsumen/klien yang menghampiri kita. ya.. kalo emg kerjanya di depan komputer aja sih emang iya g akan kena macet. siapapun pasti akan begitu. tapi untuk pedagang yang harus membeli barang dagangannya di tempat lain, apa iya gak kena macet? menurut gw sih bakal kena macet juga. misalnya pedagang baju. untuk milih2 baju yang akan dijual kembali, pasti si pedagang baju harus beli sendiri dong ke distributornya. apa lagi yang namanya baju, harus sesuai dengan selera si penjual, sebagai ‘identitas’ dari tokonya. mau baju gaya retro kah? gaya jalanan kah? atau gaya apa? mau gak mau si penjual baju yang harus beli sendiri ke distributornya. cape juga harus jalan ke toko distributornya. kena macet juga. kecuali kalo belinya ke tetangga sendiri. enak. deket.

nah, begitu juga dengan karyawan. banyak yang bilang jadi karyawan itu tua di jalan. stres di jalan karena macet-macetan. lebih banyak waktu di jalan daripada di rumah. ohya? gak semua lho kayak gitu. gw nggak. dan banyak karyawan juga pasti g kayak gini. gw dari rumah ke kantor, alhamdulillah cuma butuh waktu 15 menit dengan motor dan jalannya nyantai. sekitar 40 km/jam deh. kalo lagi macet2nya paling cuma 20 menit. kalo ada yang kena macet di jalan, sama aja kan, pengusaha juga ada yang kena macet di jalan.

then.. ada yang bilang jadi wirausahawan itu gajinya tak terbatas. bisa berkembang terus, meski bisa turun juga. tapi prospeknya cerah deh. selain itu lo bisa jg menggaji orang. enak lah poqoknya.

yup, setuju. gaji yang unlimited itu emang bisa terjadi. tapi setelah beberapa lama waktunya seseorang buka usaha. gak akan bisa baru buka, langsung pemasukan lo unlimited n lo bisa foya foya hore. sebagai pemula di bidang wirausaha, lo akan merasakan, gaji lo adalah tabungan lo sendiri. dalam artian, ya g ada gaji. pemasukan lo cuma akan kepake untuk oprasional. atau pemasukan lo akan dipake untuk dijadikan modal lagi. begitu terus selama beberapa waktu. bisa bulanan, atau bahkan mungkin tahunan. itu juga kalo lo nya gak stress duluan. kalo stress karena pemasukan segitu-segitu aja atw tabungan lo udah abis, ya bisa jadi usaha lo bubar jalan. karena itu ligwina hananto bilang, kalo lo awalnya adalah karyawan dan pengen beralih jadi wirausahawan, maka lo harus punya tabungan untuk 3 bulan biaya lo hidup. itu juga minimal. bagusnya 6 bulan. kalo yang awalnya gak punya modal? yaaa… siap2 untuk sering makan di warteg/mi instan selama beberapa waktu :)

bagaimana dengan karyawan?
karyawan bisa dibilang gajinya relatif stabil. pasti dapet tiap bulannya. jumlahnya udah bisa ditentukan. dengan begini qt jadi bisa memperkirakan berapa yang bisa ditabung tiap bulannya. kita juga bisa memperkirakan berapa yang bisa kita sisihkan ketika kita akan membeli sesuatu. rumah misalnya. atau mobil. bisakah gaji karyawan berkembang? jelas bisa. sama seperti seorang wirausahawan, seorang karyawan pun harus kreatif dan kerja keras untuk bisa mendapatkan pemasukan yang unlimited. harus bekerja keras untuk meningkatkan kualitas diri supaya bisa naik pangkat. atau kalo untuk yang wirausahawan, meningkatkan kualitas diri dalam bidang ilmu marketing misalnya. kreatif juga perlu untuk karyawan. bagaimana caranya dia bisa mengambil tiap kesempatan untuk mengembangkan diri dan membuktikan kualitas dirinya ke atasan. menunjukkan kalo dia patut untuk mendapatkan lebih dari yang didapatkan sekarang. kalo udah mentok dan gak bisa naek pangkat lagi? ya pindah aja. kalo lo emang pantas dan berkualitas, pasti akan banyak yang nyari/nerima lo qok untuk berkerja di perusahaan mereka dengan gaji yang sepadan. karyawan juga bisa berkembang, toh?

gw cuma mau bilang di tulisan ini, kalo lo udah punya sumber rizki, apapun itu, syukuri dan lakukan yang terbaik. yang penting halal, dan usahain rizki yang udah dititipin ke lo bs jadi berkah dan bermanfaat bagi sebanyak-banyak umat. gw gak tau pernyataan gw ini bener atau ngga: menjadi pengusaha/wirausahawan/pedagang/entepreneur atau apapun namanya, itu gak lebih baik jadi karyawan kantoran. yang penting halal, nikmati, dan berkah. yang udah jadi pengusaha gak usah berpikir status lo lebih baik dari karyawan. yang karyawan juga gak usah sombong karena lo udah nyaman dengan gaji dan penghasilan lo.

that’s it.
smoga bermanfaat.


next page next page close

Untuk keluarga ini

Untuk keluarga yang saya cintai..
kalian adalah orang-orang yang akan saya cintai dan saya dambakan untuk bisa berkumpul kembali di surga.
maka izinkan saya untuk menunjukkan rasa cinta saya.. wujud cinta yang mungkin tak biasa dilihat di keluarga ini.. wujud cinta yang bukan sekedar kata dan kerja, tapi juga doa dan iman yang menyeluruh dan utuh. untuk Allah untuk semua anggota keluarga ini..

kutau bukan sesuatu yang biasa terlihat disini untuk memberikan 20% atau lebih uang yang dimiliki untuk diberikan ke lembaga yang dapat membuat anak yatim bahagia..
terlihat aneh jika aku tidak menyalami semua saudara perempuan, walau mereka disebut saudara *tapi mereka tetap bukan muhrim ku..
akan menjadi sesuatu yang aneh juga ketika kalian mengetahui aku tak terlalu suka membeli baju baru, demi bisa menghemat uangku agar ku bisa memberi yang terbaik bagi keluargaku kelak..
ku diacuhkan ketika saranku untuk mempertimbangkan lagi semua nafsu keduniawian itu..
ku dicemooh untuk pilihan tidak mengambil dunia dan lebih memilih akhirat..
bahkan keputusan ku dipertanyakan ketika ada seseorang yang berpakaian menutup aurat dengan baik ku undang ke rumah..

Rabbi..
betapa kucinta keluarga ini..
rasa cinta dari-Mu inilah yang membuatku tetap kuat.. membuatku tetap yakin bahwa kami semua kelak akan dapat berkumpul di surga-Mu kelak.. dengan izin-Mu lah aku akan bersama seseorang yang akan berjuang bersamaku di dalam keluarga ini.. dengan seizin-Mu ya Rabbi.. izinkanlah kami.. aamiin.


next page next page close

Ramadhan ini..

bismillah..

malam ini, malam tarawih terakhir dan sahur nanti juga sahur terakhir di bulan Ramadhan tahun ini. Saya selalu bertekad untuk menjadikan bulan Ramadhan tahun sekarang lebih baik dari tahun-tahun kemarin. begitu juga untuk tahun ini. Memang tak selalu berhasil menurut indikator saya.

Kalau melihat satu tahun kebelakang, Ramadhan tahun 2011 kemarin, mungkin bisa dibilang adalah Ramadhan yang gak banget untuk saya. Banyak amalan yang terlewatkan. Merasa sangat gak optimal untuk beribadah ketika tahun itu. Karena itu, untuk tahun ini, sejak sebelum Ramadhan, saya bertekan untuk menjadikan Ramadhan kali ini menjadi Ramadhan yang lebih baik dari tahun kemarin.

Target-target telah saya tetapkan. Apa yang harus saya lakukan, jumlah, dan kapan. Rinci, dan jelas. Sekarang, menjelang berakhirnya Ramadhan tahun ini, segala puji bagi Allah, target-target saya sudah 90% tercapai. Belum sempurna 100%, tapi alhamdulillah jelas lebih baik dari tahun kemarin.

Lebih spesial lagi, Allah memberikan begitu banyak kasih sayang-Nya di bulan ini. Allah mendengar setiap doa saya. Allah membalas semua kebaikan dengan berlipat. Allah memberikan yang terbaik. Segala puji hanya bagi-Nya. Memenuhi target itu memang satu hal. Tapi yang lebih penting lagi menurut saya adalah kekonsistenan dalam melakukan kebaikan. Kebaikan yang dilakukan terus menerus. Kebaikan yang tanpa henti walau diuji dan kadang ingin berhenti.

Inilah risiko. Risiko dari terus melakukan kebaikan dan ibadah kepada Allah. Risiko dari mengimani setiap firman Allah. Risiko dari melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah tanpa ragu dan sepenuh hati. Maka kita akan mendapat balasan yang berlipat dari-Nya. Maka kasih sayang-Nya tidak akan henti kita rasakan dan lebih kita hayati. Maka keberkahan akan dapat kita rasakan hingga air mata berjatuhan… Rabbi… Memang keimanan kepada-Mu tidak akan dapat tergantikan oleh apapun…

Izinkanlah hamba untuk selalu menguatkan cinta hamba kepada-Mu.. cinta yang semurni-murninya.. cinta yang tanpa henti hingga nafas terhenti… aamiin…


next page

Allah terus?

Banyak dari kita yg pernah mendengar ‘slogan’ yg kira-kira bunyinya kayak...
article post

kamu, manusia

hey, kamu manusia.. kamu merasa hebat dan bisa melakukan semuanya sendiri? kamu merasa...
article post

sedekah #LifeAsIKnow

Bismillah… mencoba untuk berbagi tentang topik sedekah.. mungkin saya tak pantas...
article post

sumber rizki

sekarang banyak yang ngompor2in untuk menjadi seorang wirausahawan. banyak training untuk...
article post

Untuk keluarga ini

Untuk keluarga yang saya cintai.. kalian adalah orang-orang yang akan saya cintai dan...
article post

Ramadhan ini..

bismillah.. malam ini, malam tarawih terakhir dan sahur nanti juga sahur terakhir di...
article post
Get Adobe Flash player